Tazkiyah

Lalat.

Seandainya lalat punya hati yang rapuh seperti manusia bisa jadi dunia ini akan hancur.

Karena lalat akan merasa hina, tidak dianggap sehingga putus asa dan berbuat kerusakan.

Namun ternyata, sehina-hinanya lalat tetap banyak manfaatnya. 

Pertama, lalat memiliki racun di sisi sayap, sekaligus memiliki antibiotik/obat di sisi sayap lainnya.

Kedua, lalat membantu manusia mendeteksi makanan berformalin atau tidak. Makanan berformalin tidak akan didekati lalat.

Ketiga, larva lalat bisa mengobati luka borok menahun. Dia akan membersihkan kulit mati, membunuh bakteri, dan mempercepat pembentukan kulit baru.

Keempat, lalat memiliki gen Refilin yang berfungsi sebagai pengganti karet, daya elastisitasnya lebih tinggi dari semua karet didunia.

Kelima, larva lalat menjadi pengurai sampah yang cepat.

Keenam, umur lalat sangat singkat sehingga dia tidak akan menjadi sumber penyakit yang sulit dikendalikan.

Ketujuh, masih banyak hikmah lalat. Bisa dibayangkan, seandainya lalat putus asa atas kehinaannya. Betapa rusaknya dunia ini akibat sampah yang tak terurai, bahkan mungkin muncul pandemi menyeramkan.

Nah, Betapa banyak manusia yang merasa dirinya hina, belum baik. Kemudian menjadikan itu sebagai excuse untuk mengulang kembali maksiatnya.

Maka seharusnya kita bisa mencontoh keteguhan hati lalat, merasa hina dihadapan Allah itu baik, menjaga dari ujub/riya’. Namun rasa hina itu harus memicu dirinya untuk menebar manfaat, ibadah semaksimal mungkin, sesuai kemampuan dirinya.

Bukankah setiap pagi petang kita berkomitmen dalam sayyidul istighfar, “Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku”.

Yuks! Bergerak. Jangan mau kalah dengan lalat dalam meraih ridha Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *