Tazkiyah

Megah Yang Berbahaya

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur (QS At Takatsur : 1-2). 

Surat ini mungkin sering kita baca, bisa jadi kita lupa bahwa peringatannya begitu nyata.

Antara lalai dan sibuk, bermegah-megahan itu bisa dalam banyak hal, pada tataran harta, jabatan, kepemimpinan, bahkan hafalan hadist atau keluasan ilmu yang tidak dibutuhkan, berlebihan dalam lomba karya tulis misalnya, ambisius dalam debat furuiyah, dst.

Terkadang niatan awalnya lurus, namun sering bengkok di tengah jalan, sehingga terlena pada hal tidak penting, dan lupa tujuan awalnya.

Hal ini tercela dalam syariat Islam, jika berlomba bermegahan untuk mengalahkan orang lain, bukan untuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.

Dari hadist Abdullah Asy syikir, sahabat pernah datang ke Nabi ﷺ sewaktu beliau membaca surat At takatsur. Kemudian, beliau bersabda :

“Anak adam mengatakan : ‘hartaku, hartaku’. Padahal hartamu hanyalah yang kamu sedekahkan sehingga kamu menyimpannya (untuk akhirat), atau yang kamu makan hingga kamu habiskan, atau yang kamu pakai hingga kamu membuatnya usang.”

Makna surat ini dapat disimpulkan dalam tiga hal, yakni al-wa’d (janji kebaikan), al-wa’id (janji yang menakutkan), dan at-tahdid (ancaman). Maka cukuplah surat ini menjadi peringatan bagi yang memahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *