Tazkiyah

Musibah, Bentuk Kasih Sayang Allah

Kasih sayang secara batin adalah sesuatu yang akan menciptakan tenang & damai, menghilangkan resah, gundah, keluh kesah hati seorang hamba ketika tertimpa musibah.

Pada kondisi itu, seorang hamba akan merendahkan diri pada Allah dengan penuh hina, bersimpuh kepadaNya. Dan sepenuhnya yakin akan kebaikan takdir & kasih sayang Allah.

Ia pun menyadari kalau dirinya semata-mata seorang hamba yang suka atau tidak, HARUS menjalani takdir Allah. Jika ia ridha, maka Allah ridha, begitu pula sebaliknya.

Dari Anas, Rasulullah ﷺ bersabda “sesungguhnya besarnya balasan sesuai dengan besarnya ujian. Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha akan mendapatkan ridha Allah, dan siapa yang benci akan mendapatkan benciNya”. (HR Tirmidzi 2404 & ibnu majah 4031).

Dan tahukah kita, siapa yang mendapat ujian terberat?

Dari Mush’ab bin Sa’id dari ayahnya, ia berkata,

.

.

Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau ﷺ menjawab,

.

Para Nabi, kemudian yang semisalnya & semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya kuat, maka semakin berat ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba akan terus mendapat cobaan hingga ia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi 2398, Ibnu Majah 4024, Ad Darimi 2783, Ahmad (1/185).

Sebagai penutup, patutlah kita menukil perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Istiqamah bahwa,

“Cobaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang shalih untuk meninggikan derajatnya & agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *