Bisnis

The New Normal Era (bisnis)

Kita ditakdirkan menghadapi badai krisis ekonomi + masa pandemi. Bagi sebagian masyarakat bagai buah simalakama, keluar mati terpapar, tidak keluar mati lapar.

Dimana prediksinya nanti kita akan memasuki “the new normal era” dan mengharuskan kita berpivot dan merubah kebiasaan yang ada.

Kebiasaan yang baru ini sudah mulai terlihat. Misalnya, semua meeting offline kini beralih ke webmeeting.

Seharian ini “pergi kemana-mana” ketemu dengan banyak orang, namun jasad hakikinya diam di satu tempat. Meeting kantor, ngobrol, lecture, brainstorming, ngisi kajian sampai rekaman podcast cukup di depan laptop.

Dunia memang selalu berubah, yang tidak berubah hanya perubahan itu sendiri.

Perubahan keadaan adalah bagian dari ujian Allah. Perubahan keadaan itu akan selalu datang kepada kita, yang membedakan nilainya adalah bagaimana kita menerima keadaan itu. 

Ada tiga keadaan. Pertama, tidak terima dengan keadaan. Kedua, sabar dan yakin dengan ketentuan Allah. Ketiga, ridha, tenang & senang karena tahu bahwa ini adalah perantara naik kelas. Golongan ketiga inilah orang yang paling beruntung.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. [QS Al Baqarah 115]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *