Aqidah,  Fikih

Ajarkan Anak Kita Tawakkal Dengan ‘Insyaa Allah’

Momi : Ayo kak, kalo kakak sudah sehat insyaa Allah kita jadi berangkat ke Solo ya.

Kakak : iya! Nanti aku mau bawa si wilou wister ya mom, insyaa Allah.

Mungkin sebagian orang mengganggap sepele, padahal ‘insyaa Allah’ bersumber dari perintah Al Quran, bahkan perintah ini untuk Nabi. Hampir setiap jumat kita membacanya,

وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا . إِلّا أَنْ يَشَاءَ الله

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,

إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَٱذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰٓ أَن يَهْدِيَنِ 

رَبِّى لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

Kecuali (dengan menyebut): “Insyaa Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”. (QS. Al Kahfi : 23-24).

Para ulama menyebutkan dua faedah. Pertama, dengan mengucapkan ‘insyaa Allah’ maka dia berharap agar rencananya akan dimudahkan oleh Allah. Kedua, dengan mengucapkan ‘insyaa Allah’ maka jika seandainya rencananya tidak terlaksana dia terlepas dari kafarat janji.

Mengucapkan ‘insyaa Allah’ adalah bentuk tawakkal, sebuah kesadaran bahwa diri ini lemah serta setiap rencana dan perbuatan semuanya bergantung kepada Allah.

Terkadang ‘insyaa Allah’ digunakan untuk sesuatu yang telah terjadi. Misalnya, “Saya sudah shalat insyaa Allah”, maka ini kurang tepat jika dia bermaksud atas tindakan shalatnya, karena dia sudah shalat. 

Namun jika yang dimaksud makbulnya shalat, maka boleh saja karena dia tidak tahu shalatnya diterima / tidak.

Terlebih lagi sering disalahpahami masyarakat kita, Kata “insyaa Allah” kerap diucapkan untuk janji yang potensial dilanggar, komitmen yang tidak teguh, atau harapan yang tidak pasti. 

Maka ajarkan kepada anak kita mengucapkan insyaa Allah pada kondisi yang tepat. Bahwa kalimat ‘insyaa Allah’ bukan ucapan basa-basi atau tempat berlindung dari ketidakteguhan janji. 

Insyaa Allah mengandung pendidikan tentang sikap tawadu’. Maknanya membawa manusia pada puncak kesadaran tauhid, hanya Allah tempat bergantung segala sesuatu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *