Aqidah,  Tazkiyah

Walaupun Umur Menua, Jiwa Harus Tetap Muda

Satu hikmah mengapa Allah pilih para pemuda untuk diceritakan di surat Kahfi, secara lugas dijelaskan dalam QS Al Kahfi ayat 13 bahwa mereka sekelompok pemuda beriman berani mengadakan perubahan menuju kebenaran.

نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِٱلْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا۟ بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَٰهُمْ هُدًى

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. (QS. Al Kahfi : 13).

Ketika menafsirkan ayat ini Ibnu Katsir berkata bahwa demikianlah para pemuda, mereka mudah menerima dakwah karena mereka tidak terikat tradisi lama yang menyimpang.

Berbeda dengan orang tua yang telah lama terkekang suatu tradisi meskipun salah, sehingga sulit mengubah tradisi bagi mereka.

Pada dakwah fase Mekkah, rerata yang menerima dakwah Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah pemuda. Ustman bin affan, Zubair bin ‘Awam, Abdurrahman bin ‘Auf, Arqam bin Abil Arqam, mereka semua pemuda. Sedangkan duo Abu Jahl dan Abu Lahab adalah orang tua, ego mereka tinggi maka sulit bagi mereka untuk berubah.

Pun begitu pada dakwah fase Madinah, Sa’ad bin Mu’adz, Sa’ad bin Ubadah, dan rerata mereka adalah anak muda kecuali Abdullah bin Ubay bin Salul dan Abu ‘Aamir Al Fasiq.

Maka secara realita, sedikit dari kalangan orang tua untuk menerima perubahan menuju kebenaran karena tidak mudah mengubah tradisi buruk yang telah lama dilakukan.

الإيمان يزيد وينقص، يزيد بالطاعة وينقص بالمعصيه

“Iman bertambah dan berkurang, bertambah karena ketaatan dan berkurang karena maksiat”. Jika telah lama terikat dengan tradisi maksiat, maka bisa dibayangkan betapa jauh merosotnya iman.

Ada sebagian orang yang umurnya muda namun jiwanya tua, egonya mengekangnya, pokoknya harus mempertahankan tradisi walaupun menyelisihi syariat. 

Namun sebagian  lain ada yang umurnya tua namun jiwanya muda, mudah menerima kebenaran. Maka walaupun umur sudah mulai tua, jiwa kita harus tetap muda. Peliharalah jiwa yang muda, jiwa yang dinamis, yang terus bergerak mencari hidayah, mudah menerima perubahan dan mudah menerima kebenaran. 

Sehingg dengan jiwa yang dinamis, وَزِدْنَٰهُمْ هُدًى, semoga Allah selalu tambahkan untuk kita hidayah dan taufiqNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *