Tazkiyah

Akhlak Buruk Itu Merusak Amal Sebagaimana Cuka Merusak Madu

Rasulullah bersabda,

ثلاثة لا ترفع لهم صلاتهم فوق رؤوسهم شبرا رجلٌ أمّ قوما

 وهم كارهون وامرأة باتت وزوجها عليها ساخط وأخوان متصارمان

Tiga yang tidak terangkat sejengkal pun shalat mereka di atas kepala mereka : Lelaki imam suatu kaum sedangkan mereka membencinya (karena akhlak buruknya), wanita yang bermalam dalam keadaan suami marah, dan dua orang bersaudara yang memutuskan hubungan. 

(HR Ibnu Majah 971 ; Al Albani hasan).

Sebagian orang menyangka ketaqwaan terwujud paripurna hanya dengan menunaikan hak Allah tanpa peduli hak hambaNya.

Maka menyedihkan ketika sebagian kita bersemangat dalam syiar Islam secara lahir namun hatinya terjangkiti penyakit kronis, terpenuhi dengki hasad ujub, lisannya suka dusta ghibah adu domba, bahkan tidak amanah.

Padahal keutamaan akhlak mulia begitu banyak. Saking berbahayanya akhlak buruk Rasulullah pun mengingatkan kita,

وإنّسوء الخلق يفسد العمل كما يفسد الخل العسل

“Sungguh akhlak buruk itu merusak amal, sebagaimana cuka merusak madu”.

(HR Ath Thabrani ; dihasankan Al Albani).

Dalam riwayat lain, HR Al Hakim yang dishahihkan Al Albani dalam Shahih Targhib wa At Tarhib, pernah diadukan kepada Rasulullah tentang wanita yang tajam lisannya, dia rajin puasa, shalat malam, dan dermawan. Maka jawab Rasulullah,

لا خير فيها هي في النار

“Tidak ada kebaikan padanya, tempatnya di neraka”.

Lalu ditanyakan lagi tentang wanita yang menjaga shalat dan ibadah wajibnya, jarang ibadah sunnah namun tidak pernah menyakiti orang lain. Maka jawab Rasulullah,

هي في الجنة

“Dia di surga”.

Memang akhlak mulia itu seperti rizki, ada yang jibilly (watak asli) ada yang muktasab (harus diperjuangkan). Sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud,

إنّ الله قسم بينكم أخلاقكم كم قسم بينكم أرزاقكم

“Sungguh Allah membagi akhlak kepada kalian seperti membagi rizki kalian”.

Maka jika kita bersemangat dengan tawakal dalam mencari rizki, seharusnya begitu juga semangat kita dalam mengupayakan akhlak mulia.

Ini pengingat kita, bahwa sebagaimana iman, akhlak mulia juga naik turun. Sehingga kita harus senantiasa berjuang memperbaikinya.

Penting untuk belajar akhlak mulia dan faktor pembentuknya, mempelajari akhlak buruk agar mudah mendeteksinya, kemudian menerapkan akhlak mulia dalam sehari-hari serta mengajak orang lain untuk bersinergi dalam berakhlak mulia. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *