Tazkiyah

Tidak Ada Yang Remeh Dalam Perkara Agama

Jika kita renungkan firman Allah ta’ala,

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.”

(QS. Al Muzammil: 5).

Ternyata Al Qur’an dan semua yang dikandungnya disebutkan oleh Allah sebagai qaulan tsaqilan (perkataan yang berat), bukan perkara remeh.

Maka tidak layak jika kita meremehkan satupun bagian dari syariat ini. Misalnya mengatakan hanya masalah jenggot saja kok freeport, soal shaf renggang saja ribet, atau semacamnya.

Memang ada skala prioritas. Ada wajib, sunnah, mubah. Ada rukun, bukan rukun. Ada yang ma’lum bidharurah, ada perkara nazhari. Ada ayat muhkam, ada mutasyabih. Ada dosa besar, dosa kecil. Syirik akbar, syirik asghar. Namun semua tingkatan ini, jangan sampai ada yang sedikitpun diremehkan.

Ada yang mendapat adzab begitu pedih dalam kuburnya hanya karena masalah buang air kecilnya. Ada pula yang terancam tidak diajak bicara oleh Allah karena isbalnya pakaiannya. Sabda Nabi,

ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولا يزكيهم ولهم عذاب

 أليم المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب

“Tiga jenis manusia tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari Kiamat, tidak dipandang, dan tidak disucikan. Untuk mereka siksa pedih. Itulah lelaki yang isbal, orang yang mengungkit sedekah dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu”. (HR. Muslim 106).

Maka semuanya berat karena dari Allah dan RasulNya, dan akan dihisab olehNya. Sedangkan banyak amalan yang dianggap remeh, namun besar di sisi Allah. Pun juga banyak amalan yang dianggap besar, namun ternyata kecil di sisi Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *