Fikih,  Tazkiyah

Takbiratul Ihram

Sadarkah kita tatkala mengangkat tangan dalam takbiratul ihram ketika shalat, sejatinya kita sedang mengagungkan Allah dan meninggalkan segala perkara dunia?

Kalimat Allahu akbar yakni Allah Maha Besar, Dialah yang Maha Besar. Maha Besar DzatNya, Maha Agung Nama dan sifatNya.

Takbiratul ihram adalah sebuah pintu yang membatasi wilayah dunia dengan wilayah shalatnya. Ketika orang yang shalat bertakbir maka dia sedang memasuki wilayah terlarang baginya untuk bicara. Sehingga takbir ini disebut at Tahrim, karena mencegah orang yang shalat dari perbuatan di luar shalat. Sebagaimana sabda Nabi,

مفتاح الاصلاة الطهور وتحريمنه التكبير و تحليلها التسليم.

“Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya adalah takbir, dan yang menghalalkannya adalah salam”. (HR Abu Dawud 61).

Maka hikmah diperintahkan bertakbir ketika mengawali shalat adalah agar kita merenungkan keagungan Allah, Dzat yang saat itu dia sedang menghadap kepadaNya, mencurahkan rasa khudhu’ dan tunduk di hadapanNya. 

Tatkala dimulai shalat, kita diperintahkan menghadapkan wajah ke kiblat, rumah Allah yang disucikan. Kita mengangkat kedua tangan, berserah diri dan menundukkan kepala. Hati khusyu’, pandangan tertunduk, segenap jiwa raganya dihadapkan sepenuhnya kepada Allah.

Ulama sepakat bahwa takbiratul ihram sebagai rukun shalat dan wajib dilafalkan oleh lisan, jika tidak dilafalkan maka membatalkan shalat. Sehingga takbir itu ucapan hati yang wajib ditegaskan lisan.

Maka jika tatkala bertakbir sementara hatinya sibuk memikirkan perkara selain Allah, berarti yang dipikirkannya itu lebih penting dan besar dari Allah. Ternyata takbirnya hanya di lisan saja sementara hatinya berbohong.

Ucapan takbir menanggalkan pakaian keangkuhan dan mencegah hatinya berpaling dari sesuatu selainNya. 

Ucapan Allahu akbar akan mendorong melaksanakan konsekuensi dari takbirnya untuk melepaskan keangkuhan dan berpalingnya hati yang menjadi penghalang terbesar antara dirinya dengan Allah. Maka tidak aneh jika para ulama mengatakan,

لو علم المصلِّي من يناجي، ما التفت.

“Andaikan orang yang shalat tahu kepada siapa dia bermunajat, maka dia tidak akan menoleh sedikitpun (baik fisiknya maupun batinnya).

#tadabburshalat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *