Fikih,  Tazkiyah

5 Perkara Penting Tentang Hadist Hakikat Kebaikan dan Dosa

عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانِ اْلأََنْصَارِيِّ  ، قَالَ : سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللّٰـهِ 

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْبِرِّ وَاْلإِثْمِ ، فَقَالَ : اَلْبِرُّ حُسْنُ الْـخُلُقِ ، 

وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَفِـيْ صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Dari An Nawas bin Sam’an, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang kebajikan dan dosa, maka jawab beliau : makna al birr (kebajikan) adalah akhlak mulia. Dan al itsm (dosa) adalah apa yang engkau gelisahkan di hatimu dan engkau tidak suka kalau lain mengetahui engkau melakukannya”.

(HR Muslim 2553).

Pertama, banyak riwayat menyebutkan bahwa para sahabat sering bertanya kepada Rasulullah soal agama, ini menunjukkan semangat mereka dalam menjalankan agamanya. Begitulah seharusnya seorang Muslim, dia selalu haus ilmu agama dan bertekad untuk mengamalkan semua apa yang telah diilmuinya.

Kedua, dalam hadist ini Rasulullah mengkhususkan al birr adalah akhlak mulia, sedangkan kebaikan dan kebajikan dalam Islam sangat banyak. Maka ini menandakan keutamaan dan keistimewaan akhlak mulia.

Sama halnya ketika Rasulullah bersabda,

الحجّ عرفة.

“Haji adalah arafah (wukuf)”. Rukun haji ada banyak namun Rasulullah mengkhususkan wukuf, karena ini inti dari haji. Maka begitu pula dalam hadits “al birr adalah akhlak mulia”, karena ini bagian penting dari kebaikan Islam. 

Ketiga, begitu banyak hadits tentang akhlak mulia. Ini juga menunjukkan bahwa memperindah akhlak itu bisa didapatkan dengan usaha dan kesungguhan, bukan ‘dari sononya’, sebagaimana perkataan ibnul Qayyim dalam Zaad Al Ma’ad.

Maka salah jika ada yang mengatakan, “saya memang begini orangnya, saya memang pemarah, saya memang ga sabaran orangnya”. Tentu tidak. Akhlak bisa diubah, karena tidak mungkin Allah dan RasulNya memotivasi kita berakhlak mulia jika perangai tidak bisa diubah.

Keempat, sebagian ulama membagi rukun akhlak mulia dalam tiga poin besar. Sebagaimana perkataan Hasan Al Bashri,

حقيقة حسن الخلق بذل المعروف وكف الأذى وطلاقة الوجه

“Hakikat akhlak mulia adalah mudah berbuat baik kepada orang lain, tidak mengganggu orang lain, dan wajah yang berseri-seri”.

Jika tiga perkara ini telah menempel pada diri Anda maka berbahagialah dan jaga itu hingga akhir hayat.

Kelima, dalam hadits dikatakan al itsm (dosa) adalah apa yang menggelisahkan hatimu, dan engkau tidak suka jika orang melihat kau melakukannya. Ini menyiratkan soal barometer dosa bagi orang yang masih suci fitrah jiwanya.

Sumber utama mengenai dosa tentu ilmu, dalam Quran dan Sunnah. Namun terkadang ada perkara yang kita belum tahu hukumnya, dan jika fitrah kita terjaga maka kita akan bisa mendeteksinya secara alami.

Barometer ini tidak akan berfungsi untuk orang yang telah rusak fitrahnya. Maka waspadalah jika sebagian kita mulai terbiasa memamerkan aurat, pamer dosa, minum khamr di depan umum, apalagi bangga, ini tanda-tanda paling mengkhawatirkan.

Semoga Allah menjadikan kita dari segala dosa dan menjadikan kita orang yang tawwabin, hamba yang senantiasa bersegera taubat kepada Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *