Aqidah,  Tazkiyah

Jaminan Bagi Ahli Tauhid

Sungguh beruntung ahli tauhid. Jika tauhid dan tawakkalnya benar, maka Allah curahkan rasa aman dan petunjukNya. Firman Allah,

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ {82}

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am : 82).

Ayat ini dibawakan syaikh Muhammad at Tamimi dalam kitab Tauhidnya yang masyhur pada bab فضل التوحيد ومايكفر من الذنوب.

Maa dalam وما يكفر itu bukan sekedar maa al maushulah yang mengesankan hanya dosa tertentu yang bisa digugurkan tauhid.

Maa ini adalah maa al mashdariyyah, sehingga bermakna “Fadhlut tauhiid wa takfiiruhudz Dzunuub”, ‘keutamaan tauhid dan ditekankan bahwa tauhid adalah penggugur segala dosa’. Bahwa tauhid bisa menggugurkan dosa sebesar apapun.

Tauhid itu bukan sekedar tahu Allah sebagai Pencipta,  tahu wujudNya, wahdaniyahNya (keesaan), asma dan sifatNya. Karena jika begitu iblis pun tahu itu. 

Maka tauhid tidak bisa terpisahkan dengan aspek uluhiyahnya, yakni menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dengan taat semua perintah dan laranganNya dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap, dan takut kepadaNya.

Maka siapa yang menyempurnakan tauhid dalam aspek rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifatNya tanpa memisah-misahnya maka Allah akan ampuni seluruh dosa-dosanya.

Ayat ini mengabarkan sebuah janji agung, yakni siapa yang terhindar dari segala bentuk syirik, maka dia akan mendapatkan keamanan sempurna.

Orang yang tawakkalnya sempurna, dia akan tetap merasa aman meskipun dunia sekitarnya gonjang-ganjing. Orang bertauhid juga akan merasa aman dari segala macam hura-hara di akhirat yang begitu dahsyat.

Jaminan keamanan sempurna (الأمن المطلق) bagi ahli tauhid akan membawa kita menuju surga tanpa hisab, dengan hidayah sempurna. 

Sejauh mana dia terjerumus dalam kesyirikan, maka sejauh itu pula keamanannya akan berkurang. 

Sebagian ulama salaf memandang maksiat termasuk syirik kecil, sehingga semakin seseorang terjerumus dalam maksiat semakin berkurang pula kadar keamanannya. 

Namun jika dia wafat dalam keadaan tidak syirik besar, maka Allah tetap menjamin مطلق الأمن (keamanan paling dasar), yaitu dijamin bebas dari kekalnya neraka, meskipun mungkin dibersihkan terlebih dahulu.

Itulah perbedaan antara keamanan sempurna (الأمن المطلق) dengan مطلق الأمن (keamanan paling dasar). Maka semoga Allah memberi kita taufiq untuk menggapai الأمن المطلق, keamanan sempurna, dengan mentauhidkan Allah semurni-murninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *