Aqidah,  Tazkiyah

Jangan Bohongi Diri Sendiri

Kejujuran akan membimbingmu kepada kebaikan, dan kebaikan membimbingmu ke surga. Kedustaan akan menggiringmu kepada kejahatan, dan kejahatan akan menjerumuskanmu ke neraka.

Terkadang sikap berpaling dari kebenaran akan menghantarkan kepada kekufuran-kekufuran lainnya. Jika sudah tahu suatu kebenaran maka jangan bohongi diri sendiri, jangan pura-pura tidak tahu, jangan pura-pura menyangkal, karena jika dia berpaling sedikit saja dari kebenaran bisa-bisa Allah benar-benar tutup pintu hatinya.

Mungkin setiap jumat kita membaca firman Allah,

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِۦ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِىَ مَا 

قَدَّمَتْ يَدَاهُ ۚ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ 

ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا ۖ وَإِن تَدْعُهُمْ إِلَىٱلْهُدَىٰ فَلَن يَهْتَدُوٓا۟ إِذًا أَبَدًا

“Dan siapakah yang lebih zalim dari orang yang telah diperingatkan dengan ayat Tuhannya lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan kedua tangannya? Sungguh Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya”. (QS. Al Kahfi : 57).

Maka sabda Nabi,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ 

وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ 

عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًاوَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ 

وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ 

وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Kalian harus jujur, sungguh kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan kebaikan mengantarkan ke surga. Jika seseorang senantiasa jujur dan memelihara kejujuran, dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan hindarilah dusta, karena dusta menggiring kepada kejahatan dan kejahatan menjerumuskan ke neraka. Jika seseorang senantiasa dusta dan memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim 2607)

Mungkin saat pertama berdusta, menafikan kebenaran, hatinya gelisah. Namun dia melanjutkannya, sampai hatinya kebal dan dia terbiasa dengan dustanya. Allah memberikan berkali-kali teguran lewat hatinya namun berkali-kali dia pun tak peduli, akhirnya Allah tutup hati dan telinga mereka dan mereka tidak akan mendapat petunjuk.

Maka jangan bohongi diri sendiri dan kembalilah. Dalam ayat selanjutnya,

وَرَبُّكَ ٱلْغَفُورُ ذُو ٱلرَّحْمَةِ ۖ لَوْ يُؤَاخِذُهُم بِمَا كَسَبُوا۟ لَعَجَّلَ 

لَهُمُ ٱلْعَذَابَ ۚ بَل لَّهُم مَّوْعِدٌ لَّن يَجِدُوا۟ مِن دُونِهِۦ مَوْئِلًا

“Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya”. (QS. Al Kahfi : 58).

Allah Al Ghafur, maha pengampun dan menutupi aib. Sifat ghufran itu menggabungkan dua hal pada sifat Allah, menutupi dan menghalangi. Sebagaimana mighfar, penutup kepala prajurit perang yang akan melindunginya dari hantaman musuh. Maka sifat Allah Al Ghafur adalah sifat Allah yang maha menutupi aib hambaNya.

Kita tahu kita sering bermaksiat, namun Allah tutupi aib kita. Tidaklah Allah membongkar aib kecuali karena dia terlalu sering melakukan dosa itu. Maka jika seorang hamba memohon ampun kepada Allah, Dia akan tutupi aib kita di dunia dan akhirat, juga mencegah agar kita tidak terkena dampak buruk dari maksiat itu.

Allah maha pengampun lagi Maha pemilik kasih sayang. Di antara rahmat Allah adalah menunda adzab, memberi kesempatan untuk bertaubat.

Seandainya Allah mengadzab setiap perbuatan buruk, tentu Dia akan menyegerakan adzab. Namun ternyata sering Allah tangguhkan. Sebagaimana kaum musyirikin yang masih diberi kesempatan bertaubat oleh Allah setelah perang Badr dan Uhud, justru menjadi pahlawan besar dalam Islam, Ikrimah bin Abu Jahl, Khalid bin Walid, dan lain-lain.

Maka juga di antara sifat Allah adalah Al Halim, menunda hukuman meskipun Dia mampu menyegerakan. Maka selagi diberi kesempatan ayo segera kembali, jangan bohongi diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *