Fikih

Mengamalkan Sunnah Tanawwu’ Dalam Shalat

Shalat tersusun atas syarat, rukun, wajib, dan sunnah. Dan di dalamnya terdapat sunnah yang tanawwu’ (beragam), baik gerakan maupun bacaan.

Misalnya redaksi doa istiftah yang diajarkan Nabi, sekitar 12 jenis yang kesemuanya juga shahih.

Sunnah tanawwu’ terbagi tiga. Pertama, sunnah tanawwu’ yang hanya bisa dikerjakan salah satu saja. 

Misalnya ketika mengangkat tangan untuk takbiratul ihram, terkadang Nabi mengangkat setinggi pundak, terkadang setinggi telinga, dan keduanya shahih. Maka tidak mungkin dipraktekkan secara langsung bersamaan. 

Kedua, sunnah tanawwu’ yang bisa digabungkan. Misalnya doa sebelum salam yang beragam dan kesemuanya bisa digabungkan dalam sekali shalat. 

Juga bacaan ketika rukuk dan sujud yang beragam, boleh menggabungkan beragam doa yang dicontohkan Nabi dalam rukuk dan sujud namun yang lebih mendekati sunnah adalah dengan satu jenis bacaan dzikir yang diulang-ulang.

Sebagaimana pendapat syaikh Al Albani,

فأرى أنه لا مانع من الجمع بينها في هذه الحال. أما إن اقتصر على نوع واحد من هذه الأنواع المذكورة؛ فلا يمكنه ذلك إلا على طريقةالتكرار المنصوص عليه في بعض هذه الأزكر؛ وهذا أقرب إلى السنة.

Ketiga, sunnah tanawwu’ yang dikerjakan kadang-kadang. Misalnya membaca surat di rakaat tiga dan empat, mengangkat tangan ketika sujud, duduk iq’a, dan seterusnya yang paling sesuai sunnah adalah kita amalkan namun hanya sesekali saja.

Maka sikap yang tepat adalah mempelajari dan mengamalkan semuanya secara bergantian. Karena : 

Pertama, dengan cara ini akan semakin memperbesar peluang pahala karena mengikuti sunnah. Kedua, kita bisa ikut andil dalam melestarikan sunnah Nabi. 

Dan ketiga, memudahkan kita untuk lebih khusyu’ karena terhindar dari gerakan otomatis saat shalat. Ketika kita hanya melakukan satu jenis gerakan dan bacaan saja, maka akan banyak gerakan shalat menjadi otomatis dan sekedar rutinitas saja, bahkan kadang tidak sadar apa yang sedang dibaca.

Sehingga dengan mengamalkan sunnah yang beragam, kita akan berfikir terlebih dahulu gerakan dan bacaan apa yang akan dipilih. Maka selain dengan memahami apa yang kita baca, ini akan menambah kemudahan untuk khusyu’ dan menghindarkan kita dari gerakan dan bacaan yang tidak bernilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *