Fikih,  Tazkiyah

Jangan Berbisik Antara Dua Orang Jika Sedang Bertiga

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله 

عليه وسلم -: «إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً، فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الْآخَرِ، 

حَتَّىتَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ; مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,  beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Jika kalian bertiga, maka janganlah berbisik-bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak, sampai kalian bergaul dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orang yang ketiga tadi bersedih.” (Muttafaqun ‘alaih ; HR Muslim 2184).

Hadits ini menunjukkan keagungan Islam, yang mengatur segala hal sampai yang dianggap sepele oleh manusia. 

Hadits ini mengajarkan adab dan kesopanan tingkat tinggi. Maka sejatinya ini bukan adab yang remeh, karena selain disebut Rasulullah, ini juga terdapat dalam firman Allah,

إِنَّمَا ٱلنَّجْوَىٰ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ لِيَحْزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟

“Sesungguhnya najwa (berbisik) itu dari syaitan, untuk menjadikan orang beriman bersedih”…

Perlu diperhatikan, bahwa meskipun lafal hadits disebut ‘bertiga’, namun larangan ini juga mencakup jumlah lebih dari itu, yang intinya jika bisa membuat orang atau sekelompok kecil orang merasa terkucilkan.

Termasuk pula larangan ini bukan sekedar dalam konteks berbisik, namun juga bahasa. Misalnya ketika A, B, C berkumpul, kemudian A dan B yang sesama orang Jawa berbincang dengan bahasanya yang menyebabkan C yang orang Sunda tidak memahaminya, maka ini juga termasuk an najwa yang terlarang.

Termasuk juga menggunakan bahasa yang ‘sok tinggi’ supaya seseorang merasa terkucilkan.

Begitulah keindahan dan kesempurnaan Islam. Maka perhatikan bahwa an najwa saja terlarang karena membuat sedih saudara kita sesama muslim, apatah lagi menyakiti baik perkataan maupun perbuatan, tentu lebih keras lagi.

Hadits ini menyiratkan bahwa seorang muslim dilarang melakukan hal yang menimbulkan prasangka buruk, maka kita berusaha semaksimal mungkin menutup pintu hati saudara kita dari iblis dan kroconga yang selalu bersemangat menebarkan kebencian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *