Aqidah,  Tazkiyah

Jangan Tunggu Hikmah Untuk Taat

Dulu berita ini seakan mustahil, namun kini menjadi biasa. Begitu juga jamnya power ranger yang bisa video call, dulu mustahil kini biasa. Ini semua karena ilmu manusia ada batasannya.

Kalaulah seperti ini saja bisa menghebohkan, apatah lagi berita ghaib dari Allah melalui RasulNya, yang sebagian kecil dibuka oleh Allah hikmahnya, namun banyak juga yang disembunyikan hikmahnya. Ini bukti bahwa akal manusia sangat amat terbatas.

Maka sikap seorang hamba Allah yang sejati adalah taat perintah dan larangan Allah tanpa menunggu bukti atau hikmahnya terlebih dahulu.

Jika seseorang tahu hikmah suatu syari’at, itu kebaikan di atas kebaikan. Namun jika ia tidak tahu, maka tetap wajib baginya menerima syari’at itu. Itulah orang mukmin.

Sebagaimana dicirikan sendiri oleh Allah Ta’ala,

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ 

أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Hanya ucapan orang beriman, yaitu ketika mereka diajak taat Allah dan RasulNya agar RasulNya tersebut memutuskan hukum diantara kalian, maka mereka berkata : Sami’na wa Atha’na. Merekalah yang beruntung” (QS. An Nuur: 51).

Hadits dari Rafi’ bin Khadij radhiallahu’anhu, ia berkata,

نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَمْرٍ كَانَ لَنَا نَافِعًا 

وَطَوَاعِيَةُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ أَنْفَعُ لَنَا

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah melarang sesuatu yang kami anggap lebih bermanfaat. Namun taat kepada Allah dan RasulNya tentu lebih bermanfaat bagi kami” (HR. Muslim 1548).

Walaupun sahabat tidak tahu hikmah larangan Nabi namun mereka tetap taat. Orang mukmin akan yakin, pasti ada hikmah yang besar di balik setiap ajaran syari’at. Sebagaimana kaidah para ulama,

الشارع لا يأمر إلا بما مصلحته خالصة او راجحة 

ولا ينهى الا عما مفسدته خالصة او راجحة.

“Islam tidak memerintahkan sesuatu kecuali mengandung sepenuhnya kebaikan, atau kebaikannya lebih dominan. Dan Islam tidak melarang sesuatu kecuali mengandung sepenuhnya keburukan, atau keburukannya lebih dominan”.

Semoga Allah memberi kita taufiqNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *