Aqidah,  Tazkiyah

Lezatnya Musibah Dunia

Musibah dunia itu menggugurkan dosa, mengangkat derajat seorang mukmin, dan selalu menjadi kebaikan bagi kita.

Berapa kali Allah selamatkan kita dari maksiat dengan musibah. Dijadikan sakit, lemah, sehingga dipalingkan dari banyak sekali maksiat. Dijadikan miskin sehingga dijauhkan dari tabdzir dan membeli alat maksiat.

Musibah dunia itu terasa hanya di dunia, sedangkan lezatnya di dunia sampai akhirat. Saking lezatnya bahkan Nabi bersabda,

يود أهل العافية يوم القيامة أن جلودهم قرضت بالمقاريض مما 

يرون من ثواب أهل البلاء.

“Manusia pada hari kiamat ingin kulitnya dipotong dengan gunting ketika di dunia, karena melihat besarnya pahala orang yang ditimpa musibah”. 

(HR. Baihaqi, Silsilah As-Shahihah : 2206).

Maka jangan sampai musibah dunia yang seharusnya bisa jadi kelezatan dunia akhirat, malah bertambah menjadi musibah agama.

Sudahlah badan sakit, hatinya pun ikut sakit. Tanpa terasa semakin berat untuk taat, semakin tak peduli halal haram, menjadi suka maksiat, bahkan memprotes ketetapanNya.

Sakitnya hati karena musibah agama adalah hal paling berbahaya. Maka obatnya hanya dua : berlindung kepada Allah dan menghentikan laju nafsunya.

Maka di antara doa Nabi,

وَلا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلا مَبْلَغَ عَلِمْنَا

“Jangan Engkau jadikan musibah menimpa agama kami. Dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai keinginan kami yang terbesar dan sebagai pucak ilmu kami.”

Betapa beruntungnya kita jika tahu ternyata musibah dunia itu sebegitu lezatnya, sedangkan terselamatkan dari musibah agama adalah hadiah mewah lainnya yang khusus Allah berikan untuk orang terpilih saja.

نسأل الله السلامة والعافية

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *