Fikih,  Tazkiyah

Saling Melapangkan Dalam Bermajelis

وعن ابن عمر رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

 لا يقيم الرجل الرجل من مجلسه ثم يجلس فيه، ولكن تفسحواوتوسعوا.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, beliau berkata : Rasulullah bersabda : “Janganlah seseorang memaksa saudaranya berdiri dari tempat duduknya, agar ia dapat menempati tempat duduk saudaranya itu. Namun hendaknya mereka saling melapangkan dan merenggangkan”. (HR Bukhari 6269 & Muslim 2177).

Inilah keagungan kemuliaan dan sempurnanya Islam. Bermajelispun diatur sedetail itu.

Dulu Ibnu ‘Umar pernah datang telat ke suatu majelis. Hadirin pun berdiri dan meminta beliau agar duduk di posisi mereka karena rasa hormat mereka. Namun Ibnu ‘Umar tak mau mengambilnya lantaran sikap wara’ beliau.

Maka dari sini para ulama mengharamkan seseorang menerima hadiah atau menyambut undangan dari orang yang memberikannya atau mengundang karena rasa malu atau segan atau sungkan. 

Namun jika kita khawatirkan penolakan itu justru akan menyinggungnya atau kita tahu dia akan senang jika kita terima atau datang maka tidak mengapa.

Pertama, Islam melarang orang yang baru datang ke suatu majelis dari memaksakan diri mendapatkan tempat yang diinginkan dengan cara melangkahi atau memaksa orang lain pindah, karena ini bukti keangkuhan. 

Ini berlaku dalam majelis apapun dan untuk siapapun, yang secara asal berlaku untuk pejabat maupun rakyat jelata, orang terpandang atau tidak, dewasa atau anak kecil. Termasuk juga dalam shaf shalat, jangan sampai kita menggeser paksa anak kecil ke shaf belakang sedangkan dia bisa menjaga shalatnya dan tidak bermain-main.

Kedua, Islam pun menganjurkan orang yang telah hadir di majelis untuk melapangkan bagi mereka yang baru datang. Bahkan ini tertulis dalam firman Allah,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ 

يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu”. (QS. Al Mujadilah : 11).

Ayat ini menjelaskan kaidah al jaza’ min jinsi al ‘amal, balasan sesuai perbuatan. Sekedar melapangkan tempat duduk untuk saudaranya saja, Allah akan berikan kelapangan untuknya.

Dan lihatlah ternyata, balasan Allah jauh lebih baik dari perbuatan kita. Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya,

يوسع الله لكم الجنة والمجالس فيها.

Allah memperluas surga bagi kalian dan memperluas tempat-tempat duduknya di surga.

Bahkan Asy Syaukani dalam Fathul Qadir berkata,

يوسع الله لكم في الجنة، أو في كل ما تريدون التفسح فيه 

من المكان والرزق وغيرهما.

“Allah akan berikan kelapangan bagi kalian di surga, atau kelapangan pada setiap perkara yang kalian inginkan kelapangan padanya, baik tempat, rizki, ataupun selainnya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *