Fikih,  Tazkiyah

Adab-Adab Bersin

إذاعطس أحدكم فليقل: الحمد الله، وليقل له أخوه يرحمك الله،

 فإذا قال له يرحمك الله، فليقل يهديكم الله، ويصلح بالكم.

“Jika salah seorang dari kalian bersin maka hendaknya dia katakan Alhamdulillah. Dan saudaranya yang mendengar ucapkanlah Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya mengucapkan yarhamukallah maka yang balas lagi dengan yahdikumullah wa yushlihu ba lakum (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan semoga Allah meluruskan/memperbaiki urusanmu)”. (HR Bukhari 6224).

Ini adab dan doa yang begitu agung nan mulia, namun ternyata sebagian orang malah meremehkan bahkan menjadikannya bahan candaan.

Pertama, orang bersin itu hakikatnya nikmat, sehingga dengan bersin keluarlah kotoran dari tubuhnya. Bahkan sebagian penelitian mengatakan bahwa ini menunjukkan sehatnya seseorang. Maka hendaknya dia ucapkan Alhamdulillah sebagai wujud syukurnya.

Maka ini tanbih bagi kita bahwa kalaulah sekedar bersin saja disyariatkan berucap alhamdulillah apatah lagi dengan nikmat-nikmat yang lain?. 

Maka perbanyaklah memuji Allah, dan setiap kita berucap alhamdulillah, dalam dzikir shalat, dzikir pagi petang, atau kapanpun dimanapun hendaknya dengan merenungkan makna mendalam alhamdulillah itu. Betapa banyak nikmat karunia Allah sedangkan kita mensyukurinya saja sering terlupa.

Di antara adab bersin tersirat dalam hadits lain,

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا عطس غطى وجهه بيده

 أو بثوبه وغض بها صوته.

“Bahwa Rasulullah jika bersin maka beliau tuto wajahnya dengan tangannya atau bajunya dan beliau merendahkan suaranya”. (HR. Tirmidzi 2745).

Kedua, tentang orang yang mendengar saudara muslimnya bersin berucap yarhamukallah. Seakan dia mengatakan “kau telah mendapat nikmat, maka semoga Allah menambah rahmat kepadamu”.

Ketiga, terkadang seorang lupa berucap alhamdulillah, maka kita ingatkan dulu untuk bersyukur dengan ucapan alhamdulillah sehingga kita bisa doakan dirinya dengan yarhamukallah. Karena jika tidak mengatakan alhamdulillah maka tidak disyariatkan membalasnya dengan yarhamukallah, sebagaimana hadits Bukhari 6225 dan Muslim 2991,

“Ada dua orang bersin di sisi Rasulullah maka Rasulullah mengucapkan yarhamukallah kepada satunya dan tidak mengucapkan kepada satunya lagi. Maka orang yang tidka diucapkan protes : “ya Rasulullah, engkau mengucap yarhamukallah kepada dia dan kepadaku tidak”. Maka Rasulullah mengatakan : 

إن هذا حمد الله، ولم تحمد الله.

“Tadi dia berucap alhamdulillah setelah bersin, sedangkan engkau tidak mengucapkannya”.

Keempat, jika bersinnya karena sakit, maka kita berucap yarhamukallah pada bersin yang pertama saja, sebagian ulama mengatakan tiga kali. Sedangkan selanjutnya lebih layak kita doakan, syafaakallahu, semoga Allah menyembuhkanmu.

Kelima, jika diketahui seorang bersin telah memuji Allah meskipun tidak terdengar suaranya, maka tetap disyariatkan membalas doanya, bahkan meskipun dia jauh dan tidak ada orang lain yang mendoakan. 

Ini tertulis dalam Fathul Bari, bahwa Ibnu Abdil Barr meriwayatkan dengan sanad baik. Dulu Abu Dawud (penulis kitab sunan) sedang berada di atas kapal, dia mendengar ada orang bersin di pinggir pantai dan mengucap alhamdulillah. Maka Abu Dawud menyesa perahu dengan satu dirham ke bibir pantai dan mendoakannya yarhamukallah. 

Dan tatkala beliau kembali ke kapal dan ditanya, beliau berkata :

لعله يكون مجاب الدعوة.

“bisa jadi orang yang bersin itu termasuk yang dikabulkan doanya”.

Maka di antara mereka berseru hingga orang yang tidur di atas kapal itu mendengar 

يا أهل السفينة إن أبا داود اشترى الجنة من الله بدرهم.

“wahai penghuni kapal, sungguh Abu Dawud telah membeli surga Allah dengan satu dirham!”.

Lihat betapa agungnya adab dan doa ini, saking agungnya sampai Abu Dawud melestarikan sunnah Rasulullah ini dengan cara sebegitunya.

Keenam, jika seorang bersin dalam shalat maka disunnahkan baginya mengucap alhamdulillah dengan suara lirih, dan bagi yang mendengar tidak boleh menjawab yarhamukallah.

Karena dalam shalat dilarang berbicara dengan orang lain. Ucapan alhamdulillah adalah pujian kepada Allah dan bukan pembicaraan dengan orang lain, sedangkan ucapan yarhamukallah adalah bentuk mengajak bicara dengan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *