Aqidah,  Tazkiyah

Menjaga Wudhu’ Adalah Kebiasaan Orang Yang Bertauhid

Di antara amalan agung dalam Islam adalah berwudhu’. Secara bahasa asal katanya dari al wadha’ah, yakni kecerahan, kebersihan. Allah berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ 

إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, ..” (QS. Al Maidah : 6).

Inti dan ruh dari shalat adalah seorang hamba harus sadar bahwa dia sedang berada di hadapan Allah ta’ala. Disinilah jelas di antara hikmah wudhu’, akan membantu seseorang meninggalkan pikirannya yang sibuk dengan urusan duniawi, dan wudhu’ akan memberikan waktu yang cukup untuk memulai pikiran pada konsentrasi yang lain, yakni shalat.

Keutamaan Wudhu’ Dan Menjaga Wudhu’

Di antara keutamaan wudhu’, adalah dicintai Allah. Sebagaimana firman Allah,

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَ يُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang bersih”. (QS. Al Baqarah :222)

Wudhu’ juga menjadi tanda orang yang bertauhid, tanda ummat Nabi kelak di akhirat,

إنّ أمتي يدعون يوم القيامة غرّا مهجّلين من آثار الوضوء.

“Sesungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajah-wajah, tangan-tangan dan kaki- kaki mereka karena bekas wudhu’” (HR. Bukhari Muslim)

Wudhu’ juga akan menghapus dosa dan mengangkat derajat seorang hamba,

“Barang siapa yang berwudhu’ lalu membaguskannya, maka akan keluar kesalahan-kesalahannya dari badannya bahkan sampai keluar dari bawah kuku-kukunya”. (HR Muslim 245).

Dalam riwayat lain, menyempurnakan wudhu’ dalam keadaan yang dibenci, saat musim dingin misalnya, kemudian memperbanyak langkah menuju masjid dan menunggu shalat berikutnya merupakan sebab dihapuskan kesalahan dan diangkatnya derajat seorang hamba, sebagaimana dalam hadits riwayat Muslim 251.

Di antara keutamaan lain bagi seorang yang berusaha menjaga wudhu’, akan mudah bagi kita untuk melakukan ibadah. Ketika ingin membaca Al Qur’an dengan mushaf, maka bisa langsung membaca. Ketika ingin shalat sunnah di mobil atau di jalan pun akan mudah melakukannya. 

Bahkan keutamaan orang yang selalu menjaga wudhu disebutkan dalam hadits At Tirmidzi dengan derajat hasan, tentang Bilal yang suara sandal beliau sudah terdengar lebih dulu di surga.

Tanda Tauhid Dalam Doa Setelah Wudhu’

Telah masyhur di antara kita bahwa mustahab membaca doa setelah wudhu’, terdapat beerapa redaksi doa yang shahih, di antaranya adalah,

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“Aku bersaksi, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.” (HR Muslim 234).

At-Thiby pernah mengatakan bahwa ucapan dua kalimat syahadat setelah berwudhu adalah isyarat akan ikhlasnya amal hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala, dan sucinya hati dari kesyirikan dan riya setelah mensucikan anggota wudhu dari hadats. 

Kemudian dalam redaksi lain yang juga shahih persis seperti doa tadi dan ditambahkan kalimat,

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci”.

(HR Tirmidzi 55, shahih).

Orang yang bertaubat, senantiasa bertaubat, التَّوَّابِينَ, yakni dari segala dosa dan kembali dari segala perbuatan yang tercela. Seorang ibadurrahman bukan berarti tidak pernah berbuat dosa melainkan dia awwab, senantiasa segera kembali bertaubat tatkala melakukan kesalahan.

Sedangkan orang yang senang bersuci, المُتَطَهِّرِينَ, yakni suci dari dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang, atau suci dari akhlak-akhlak yang tercela. 

Maka doa setelah wudhu seharusnya membuat kita semakin peka dengan dosa dan semakin mudah menerima nasehat kebaikan. 

Inilah tanda tauhid dari seorang yang suka berwudhu’. Semoga Allah mudahkan kita istiqamah mengamalkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *