Tazkiyah

Ada Yang Bilang Biasa, Padahal Ini Sebab Utama Allah Menjaga Kita

Terdapat kalimat indah yang dinisbatkan kepada para salaf,

يومك مثل جملك إن أمسكت أوله تبعك آخره

“Harimu itu ibarat untamu, jika kau mampu memegang awal harimu dengan kebaikan (ibadah) kepada Allah, maka sepanjang hari akan mengikuti awal harimu.”

Perkataan ini tak lepas dari banyaknya hadits yang menunjukkan keutamaan mengawali hari dengan shalat sunnah fajr/shubuh dan shalat shubuh. Di antaranya,

من صلّى الصبح، فهو في ذمّة الله

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat subuh, maka dia dalam tanggungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim 657)

Maka barangsiapa yang diberikan taufiq oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bisa mengerjakan empat rakaat ini,Allah akan mencukupkannya sepanjang hari, dijaga dan berada dalam jaminan Allah ta’ala. inilah kunci kebaikan dan keberkahan seseorang di hari itu. Dalam riwayat lain,

ابن آدم، اركع لي أربع وكعات من أوّل النهار أكفك آخره.

“Wahai anak Adam, rukuklah untukKu empat rakaat diawal pagi, maka Aku berikan kecukupan untukmu disepanjang harimu.” (HR. Ahmad; Tirmidzi).

Dalam Zaadul Ma’ad dijelaskan bahwa maksud empat rakaat adalah shalat sunnah fajr/shubuh dan shalat shubuh.

رَكعَتَا الْفجْر خير من الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik nilainya di sisi Allah daripada dunia dan seisinya” (HR. Muslim 725)

Perhatikan, jika dua rakaat sunnah shubuh lebih baik daripada dunia dan seisinya, apatah lagi dengan shalat subuh yang wajib?

Dua sifat kebiasaan Nabi terhadap shalat sunnah fajr/shubuh. Pertama, bersegera dalam mengerjakannya,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ 

أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Tidak pernah aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lebih bersegera mengerjakan sebuah shalat sunnah melebihi bersegeranya Nabi di dalam mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh” (HR. Bukhari 1169, Muslim 724)

Kedua, sekaligus ini di antara bukti urgensinya sunnah fajr, sebagaimana shalat witir, bahwa Nabi tak pernah meninggalkannya bahkan saat safar sekalipun. 

Kita tahu shalat adalah sebab keselamatan. Sabda Nabi,

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا؟ كَانَتْ لَهُ نُورًا، وَبُرْهَانًا، وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ،

 وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ، وَلَا بُرْهَانٌ، وَلَا نَجَاةٌ

“Siapa yang mampu menjaga shalat yang Allah wajibkan, maka dia akan diberikan cahaya oleh Allah, shalatnya akan menjadi dalil dan sebab keselamatan baginya di hari kiamat. Dan yang tidak menjaga shalatnya, maka dia tak punya cahaya, tak punya dalil dan hujjah di hadapan Allah, dan tak selamat.”

Jika shalat menjadi sebab keselamatan, maka tidak mengerjakan shalat menjadi sebab kecelakaan seseorang di neraka. Firman Allah,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ ﴿٤٢﴾

Apa yang menyebabkan kalian masuk ke dalam neraka saqar?” (QS. Al-Mudatstsir[74]: 42)

قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ ﴿٤٣﴾

Maka mereka menjawab: dahulu kami di dunia tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” (QS. Al-Mudatstsir[74]: 43)

Ini adalah jawaban yang pertama dari jawaban penghuni neraka saqar : karena mereka meninggalkan shalat-shalat yang Allah wajibkan kepada mereka.

Maka di antara sebab keselamatan yang urgensinya paling besar adalah shalatul bardain, dua waktu dingin, shubuh dan ashar. Sabda Nabi,

منْ صلَّى الْبَرْديْنِ دَخَلَ الْجنَّةَ

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat subuh dan shalat ashar, dia pasti akan masuk surga.” (Muttafaqun ‘alaih)

لَنْ يلجَ النَّار أَحدٌ صلَّى قبْلَ طُلوعِ الشَّمْس وَقَبْل غُرُوبَها

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam (shalat subuh dan ashar).” (HR. Muslim 634)

Kedua shalat ini memiliki masyaqqah yang paling berat bagi sebagian manusia. Maka tak mungkin kita bisa mengerjakannya tanpa taufiq dan hidayah Allah. 

Bersyukurlah jika masih diberi taufiq oleh Allah untuk mengerjakan empat rakaat pagi dan sore ini dengan baik, sehingga membuka taufiq Allah dalam shalat lainnya dan kebaikan lain. 

Bersyukurlah dengan memperbanyak dzikrullah, menjaga shalat, menuntut ilmu, dan terus memperbaiki kualitas dan menambah kuantitas ibadah kita. Wallahu waliyut taufiq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *