Tazkiyah

Mentransfer Nilai Ketika Rihlah

Dulu kitab Zaadul Ma’ad yang tiga jilid itu dalam bahasa arab, atau terjemahannya sekarang menjadi 4 hingga 6 jilid, ditulis Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahullahu ta’ala ketika safar. Begitupun satu hal penting bahwa di antara waktu yang tepat untuk memberi value dan nasehat kepada anak adalah ketika perjalanan, safar, rihlah. Maka sebisa mungkin dalam setiap waktunya diisi dengan teladan, isi dengan belajar dan mengajari, membaca menelaah serta mentransfer nilai kebaikan. Setelah memperbanyak dzikir dan doa tentunya.

Adapun 13 sunnah dan adab safar, kami pernah menulisnya di sini :

Ini begitu penting karena sebagian kita sering terlupa bahwa kewajiban orang tua tentu  tak sekedar memberi nafkah harta, melainkan justru yang jauh lebih penting adalah nafkah pendidikan kepada anak-anaknya. Visi seorang kepala keluarga telah diperintahkan langsung oleh Allah dalam firmanNya,

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭً

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Taahrim: 6)

Ar-Razi menjelaskan ayat ini dengan mengutip perkataan Muqatil,

ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻣُﻘَﺎﺗِﻞٌ : ﺃَﻥْ ﻳُﺆَﺩِّﺏَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢُ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﺃَﻫْﻠَﻪُ، ﻓَﻴَﺄْﻣُﺮَﻫُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﺎﻫُﻢْ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺸَّﺮِّ

“Seorang muslim hendaknya mendidik dirinya dan keluarganya, memerintahkan mereka kebaikan dan melarang dari keburukan”. 

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan,

ﺍﻛﺜﺮ ﺍﻷﻭﻻﺩ ﺇﻧﻤﺎ ﺟﺎﺀ ﻓﺴﺎﺩﻫﻢ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﺍﻵﺑﺎﺀ, ﻭﺇﻫﻤﺎﻟﻬﻢ, ﻭ ﺗﺮﻙ ﺗﻌﻠﻴﻤﻬﻢ ﻓﺮﺍﺋﺾ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺳﻨﻨﻪ, ﻓﻀﺎﻋﻮﻫﻢ ﺻﻐﺎﺭﺍ

“Kebanyakan kerusakan anak disebabkan karena orangtua mereka, mereka menelantarkannya dan tidak mengajarkan anak ilmu dasar-dasar wajib agama dan sunnah-sunnahnya. Mereka menyia-nyiakan anak-anak di masa kecil mereka.” (Tuhfatul Maulud hal. 387)

Secara umum metode pendidikan bisa dimulai dengan penanaman aqidah dasar, tauhid, bahwa semua dari Allah. Allah yang memberi rizki, dan kita berbuat baik, shalat hingga bebersih rumah itu dalam rangka ibadah. Juga mulai dengan menanamkan kesadaran anak dengan paham muraqabah, bahwa bisa saja kita tak lihat namun semua hal hingga hal terkecil Allah tahu. Begitu juga dengan mengenalkan dan sebisa mungkin jangan jauh dari masjid dan orang shalih. Begitu juga ajari lebih banyak dengan contoh. Berikan lebih dominan keteladan dalam shalat, beinfaq, rela berkorban, berorganisasi, dakwah, dan seterusnya. Serta perlakukan anak sebagai teman utama, sedemikian hingga kita tau semua sahabatnya, imajinasinya, kesukaannya. Dan terpenting, perbanyak doa, tawakkal, dan kesabaran. 

Maka metode pendidikan yang begitu berpengaruh dalam pembentukan karakter terbaik anak tak lepas pada 5 aspek utama, yakni mendidik dengan keteladanan, dengan kebiasaan, dengan nasihat, dengan perhatian dan pengawasan, serta dengan hukuman yang kesemuanya itu sangat efektif dilakukan ketika rihlah. Allahul musta’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *