Tazkiyah

Semua Manusia Pasti Punya Salah Maka Teruslah Memohon Ampun

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi 2499, Ibnu Majah 4251, Ahmad (III/198), al-Hakim (IV/244)).

Hadits ini dhaif, namun dihasankan oleh sebagian ulama karena maknanya benar dan tidak bertentangan dengan dalil lain. Apalagi dalam riwayat lain Rasulullah bersabda,

لَوْ أَنَّ اْلعِبَادَ لَمْ يُذْنِبُوْا، لَخَلَقَ اللهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ، ثُمَّ يَغْفِرُ لَهُمْ، 

وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

“Seandainya para hamba tidak melakukan dosa niscaya Allah akan menciptakan makhluk lain yang melakukan dosa, kemudian Allah akan mengampuni mereka, dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 

Seorang mukmin jika melakukan dosa maka akan mengukir bintik hitam dalam qalbunya, dan jika ia bertaubat, beristighfar maka bersihlah kembali hatinya. Semakin banyak dosa semakin hitam dan keras hatinya, inilah yang disebut dengan raan (karat) yang disebutkan oleh Allah dalam surat Al Muthaffifin, ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.’

Maka satu di antara sebab besar gugurnya dosa adalah dengan memperbanyak ibadah. Dalam sekian banyak dalil dikatakan bahwa antara wudhu’ dengan wudhu’ itu menggugurkan dosa, shalat dengan shalat menggugurkan dosa, puasa dengan puasa, umrah dengan umrah, dan seterusnya. Sebagian ulama memberi penjelasan yang dimaksud adalah dosa kecil, dan terkhusus haji ia menghapus semua dosa karena terdapat satu hadits mengatakan,

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari 1521).

Mari memperbanyak ibadah di penghujung ramadhan ini. Sekalipun jasad sudah mulai tersibukkan karena harus mudik dan lain-lain, namun setidaknya hati dan lisan jangan sampai kering dari dzikrullah. Perbanyak permohonan ampun yang dicontohkan Nabi,

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *