Tazkiyah

Nikmat Ibadah Itu Rizki

Nabi Yusuf adalah Nabi yang begitu mulia, pun keturunan Nabi yang sangat mulia, beliau alaihissalam adalah keturunan langsung dari Nabi Ibrahim, Ishaq, dan Ya’kub alaihimassalam. Namun ternyata masa kecil Nabi Yusuf begitu berat, ia dibuang, dijadikan budak, dibeli dengan harga murah, dibeli dalam kondisi pemiliknya tidak butuh, saat remaja pun dihabiskan di penjara, dan seterusnya.

Kalaulah dunia itu berharga di sisi Allah maka tak mungkin Allah mentakdirkan NabiNya yang mulia dengan cara seperti itu.

Dulu para sahabat begitu iri melihat ketika Mush’ab bin Umair meninggalkan fase jahiliyahnya yang bertabur kemewahan, bahkan sebagian mereka takut jangan-jangan nikmat yang Allah berikan di dunia ini adalah nikmat yang Allah segerakan di dunia sehingga mereka takut tak mendapatkan bagian akhiratnya.

Bahwa cara Allah membatasi rizki hambaNya, tak harus hilang dari tangan pemiliknya. Bisa jadi rizkinya tetap ada namun pemiliknya tak bisa menikmatinya. Bukankah banyak orang kaya tetapi banyak pantangannya? Bukankah puka banyak orang yang dianggap mulia ternyata punya banyak sekali masalah, atau bahkan banyak orang memiliki banyak harta namun dibuat hiduonya penuh dengan ketakutan dan ketidaktenangan?.

Mungkin banyak di antara kita tak sadar, bahwa kemampuan manusia menikmati dunia itu pasti berangsur-angsur turun. Nikmat dunia perlahan Allah angkat, seiring dengan semakin habis umurnya. Maka sebisa mungkin sesegera mungkin alihkan kenikmatan dunia secara fisik ini menjadi kenikmatan batin, yang hanya bisa ditempuh dengan satu jalan, yakni kenikmatan beribadah beramal mencari ridha Allah. 

Nikmat beramal dan beribadah adalah sebuah rizki dari Allah yang tak bisa ditukar apapun. Maka nikmatilah dan fokuslah terhadap ibadah yang telah Allah mudahkan untukmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *