Aqidah,  Tazkiyah

Mintalah Kepada Allah Agar Dimudahkan Beribadah

Sudah betul kita harus tawakkal dalam perkara dunia, bertawakkal kepada Allah ketika meminta rizki, kemudahan usaha, kesehatan, dan lain-lain. Namun seharusnya kita lebih tawakkal lagi dalam perkara ibadah akhirat, menggantungkan diri sepenuhnya dalam perkara shalat, umrah haji dan segala macam ibadah.

Berdoalah agar dimudahkan dalam shalat malam, dzikir kepada Allah, dalam syukur, dalam belajar agama, dan kesemuanya. Karena masalah ibadah, perkara hidayah, tentang mengetahui kebenaran, kesemuanya adalah milik dan hak Allah. Lihat firman Allah dalm QS. Asy Syu’ara 217 sampai 220,

وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ

Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

ٱلَّذِى يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ

Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat),

وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّٰجِدِينَ

Dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Kalaulah dalam hal dunia kita sering meminta secara rinci, apatah lagi dalam perkara akhirat. Sudah betul meminta surga, namun diantara indikator kita serius meminta surga, kita juga meminta wasilah-wasilah menuju ke sana, sebagaimana dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam banyak sekali doa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa setiap setelah shalat shubuh, “Allāhumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan”, (Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima”. Ketiga hal yang diminta Mabi adalah wasilah menuju jannah.

Begitu juga hadits dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu’anhu,

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ أخذ بيده وقال يا معاذُ واللهِ 

إني لَأُحبُّك واللهِ إني لَأُحبُّك فقال أوصيك يا معاذُ لا تَدَعَنَّ في دُبُرِ 

كلِّ صلاةٍتقول اللهمَّ أعِنِّي على ذكرِك وشكرِك وحسنِ عبادتِك

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menarik tanganku sambil berkata: wahai Mu’adz, Demi Allah aku mencintaimu sungguh aku mencintaimu. Aku wasiatkan engkau wahai Muadz, hendaknya jangan engkau tinggalkan di setiap akhir shalat untuk berdoa:

/Alloohumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika/

(Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik)” (HR. Abu Daud no.1522, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

Ketiga perkara dalam doa ini juga wasilah untuk menuju surga. Maka seriuslah dalam meminta akhirat, mintalah kepada Allah agar dimudahkan dalam ibadah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *