Fikih,  Tazkiyah

Kecondongan Hati Kita Dinilai Secara Detail Oleh Allah

Kelelawar, pendapat terkuat bahwa ia terlarang untuk dibunuh dan dimakan karena mendoakan baitul maqdis dalam nash hadits,

 ولا تقتلوا الخفاش فإنه لما خرب بيت المقدس قال يا رب سلطني على البحر حتى أغرقهم

“… Dan janganlah membunuh kelelawar, karena ketika baitul Maqdis dirobohkan, dia berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah aku kekuasaan untuk mengatur lautan, sehingga aku bisa menenggelamkan mereka (orang yang merobohkan baitul maqdis)’.” (HR. Al Baihaqi 19166 ; mauquf, sahih).

Keterangan Al-Baihaqi,

والذي نهى عن قتله يحرم أكله إذ لو كان حلالا لأمر بذبحه ولما نهى عنه كما لم ينه عن قتل ما يحل ذبحه وأكله والله أعلم

“Binatang yang dilarang untuk dibunuh haram untuk dimakan. Karena jika hewan itu halal, tentunya akan diperintahkan untuk disembelih dan tidak dilarang untuk dibunuh, sebagaimana binatang lainnya yang halal dikonsumsi. Allahu a’lam.”

Begitu juga anjingnya pemuda kahfi, kata Al Alusi dalam Ruhul Maani anjing itu adalah anjing pemburu salah seorang shalih dari mereka, ada juga yang mengatakan anjing ternak. Allah berfirman,

وَكَلْبُهُم بَٰسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِٱلْوَصِيدِ

“.. sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. ..”.

Anjing ini menjadi istimewa karena disebut dalam Al Quran, berulang-ulang sampai empat kali, sedangkan kita sekalipun tak ada. Anjing ini pun disebutkan para ulama juga mendapat “karomah” karena ikut tertidur 300 tahun dan ketika terbangun masih normal, tidak keriput atau hancur.

Di sisi lain, terdapat banyak dalil yang memerintahkan kita untuk membunuh cicak. Di antaranya, hadits dari Ummu Syarik radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau menyatakan, “Dahulu, cicak yang meniup dan memperbesar api yang membakar Ibrahim.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan karena ia termasuk hewan kecil yang mengganggu. Al Munawi dalam Faidhul Qadir mengatakan karena cicak memiliki sifat yang jelek, sementara dulu, dia meniup api Ibrahim sehingga menjadi besar.

Dari beberapa contoh hewan ini seakan-akan Allah ingin menunjukkan lewat perintah syariatNya, bahwa amalan hati itu memiliki nilai yang besar di sisi Allah. Hewan saja bisa menjadi istimewa karena kecondongan kepada Allah yang tak nampak, dan sebaliknya bisa menjadi hewan yang dianjurkan dibunuh kecondongan keburukannya yang tak nampak pula. Maka apatah lagi manusia, kecondongan dan dukungan kita terhadap Islam atau lawannya, sekecil apapun akan dinilai secara detail oleh Allah. 

Maka jangan remehkan dan perhatikan niat dan kecondongan hati kita, tunjukkan posisimu kepada Allah. Karena gegara niat dan keikhlasan saja, amal yang besar bisa jadi kecil dan amal yang kecil bisa jadi besar. Sebagaimana perkataan Ibnul Mubarak dalam jamiul ulum wal hikam,

رب عمل صغير تعظمه النية، ورب عمل كبير تصغره النية

“Betapa banyak amalan kecil menjadi besar (pahalanya) karena niat. Dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil (pahalanya) karena niat”. Allahul musta’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *