Tazkiyah

Tangan Panjang Yang Terpuji

Zainab, ia sejenis bunga putih dari keluarga bunga lili, wanginya begitu memukau dan seringkali bermekaran di tengah padang pasir yang gersang. Itulah mengapa banyak orang arab sejak dahulu menggunakan nama Zainab.

Di antara istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun ada dua orang yang bernama Zainab. Pertama, Zainab binti Khuzaimah. Beliau radhiyallahu ‘anhuma meninggal dunia setelah dua bulan menikah dengan Nabi. Julukannya Ummul Masakin (ibunda kaum miskin) karena beliau Radhiyallahu anhuma sering memberi makan orang miskin. Tak banyak riwayat darinya karena selain hanya sebentar hidup dengan Nabi, beliau pun kebih banyak menghabiskan sisa hidupnya untuk fokus beribadah kepada Allah.

Kedua, Zainab binti Jahsyi dari Bani Asad bin Khuzaimah, tak lain adalah sepupu Nabi karena beliau anak dari bibi Rasulullah, Amimah bintu ‘Abdil Muttalib. Di antara keistimewaannya, beliau disebut sebagai panjang tangan. Namun tentu berbeda dengan di Indonesia, di jazirah arab, panjang tangan adalah kiasan yang begitu terpuji.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu anhuma , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَسْرَعُكُنَّ لِحَاقًا بِي أَطْوَلُكُنَّ يَدًا . قَالَتْ عَائِشَةُ : فَكَانَتْ أَطْوَلَنَا يَدًا لِأَنَّهَا تَعْمَلُ بِيَدِهَا وتَتَصَدَّقُ

“Yang paling cepat diantara kalian yang menyusulku (meniggal dunia) adalah yang paling panjang tangannya.’ Âisyah Radhiyallahu anhuma berkata, ‘Zainab Radhiyallahu anha adalah istri Beliau Radhiyallahu anhuma yang paling panjang tangannya, karena dia sering bekerja dan banyak bersedekah dengan tangannya.“

Zainab meninggal lebih dulu dibanding ‘Aisyah, radhiyallahu ‘anhuma ajma’in. Namun ternyata sematan panjang tangan yang begitu terpuji justru ia dapatkan dari Nabi karena amalannya. Satu pelajaran penting bagi kita, bahwa usia bukanlah barometer keistimewaan, namun yang menjadi barometer adalah kualitas dari usia tersebut, bagaimana memanfaatkan usia tersebut.

Sebagaimana pula dulu Sa’ad bin Mu’adz radhiallahu ‘anhu yang baru masuk Islam di berusia 30 tahunan, dan wafat di usia 38 tahun. Namun ketika beliau wafat Arasy Allah Ta’ala pun bergetar dan dibukakan pintu-pintu langit baginya karena sebab ketakwaan dan kesalehannya radhiallahu ‘anhu. Allahul musta’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *